Friday, April 11, 2014

Kronologi Pembunuhan Ade sara


Intro

Kapanlagi.com - Rabu (5/3) pagi publik dibuat geger atas penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas oleh petugas derek tol JORR. Saat ditemukan, wajah korban tampak membiru nyaris tak dikenali dan diduga korban dibekap sebelum dibuang ke tol. Setelah identifikasi cepat pihak kepolisian, korban diketahui bernama Ade Sara Angelina Suroto.
Berdasar penyelidikan kepolisian lewat e-KTP, Ade Sara adalah mahasiswi semester 2 Perguruan Tinggi Bunda Mulia jurusan Psikiater. Yang lebih mencengangkan, Ade Sara dibunuh oleh Hafitd yang merupakan mantan kekasinya dan Assyifa, kekasih Hafitd saat ini. Dilansir merdeka.com, berikut ini Kronologinya

Sifa Bantu Hafitd Bunuh Sara yang Bergelang Java Jazz Karena Benci
Jakarta- Pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina Suroto (19) tidak hanya dilakukan oleh mantan pacarnya sendiri yang bernama Hafitd. Saat membunuh Sara, Hafitd ditemani oleh kekasih barunya yaitu Assyifa alias Sifa.

Ibunda Sara, Elisabeth, mengatakan, kemungkinan kuat Sifa mau membantu Hafid membunuh anaknya karena alasan kebencian

Saat Pacaran dengan Sara, Hafitd Doyan Selingkuh
Jakarta - Ade Sara Angelina (19) tewas dibunuh oleh mantan pacarnya Ahmad Imam Al-Hafitd. Perbuatan selingkuh yang dilakukan Hafitd pun menjadi alasan kedua insan ini berpisah.

"Dia (Sara) putus sama hafitd karena hafitd selingkuh," ujar ibu Sara, Elisabeth Diana (40) saat berbincang kepada detikcom,

Cara Hafitd dan Sifa Membunuh Sara yang Bergelang Java Jazz
Jakarta - Hafitd nekat membunuh mantan pacarnya Ade Sara Angelina Suroto (19) hanya karena masalah asmara. Saat membunuh Sara, Hafitd dibantu kekasihya yaitu Assyifa alias Sifa. Mengapa kedua sejoli ini tega membunuh Sara?

"Jadi, Sifa enggak suka juga kalau cowoknya (Hafitd) balik lagi ke pacar lamanya (Ade Sara)," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto kepada wartawan.

Rikwanto menjelaskan, Sifa berperan untuk menghubungi Sara supaya bisa ketemu. Setelah bertemu, tiba-tiba datanglah Hafid dan langsung membawa Sifa ke mobilnya.

"Sifa di hasut cowoknya , untuk menghubungi Sara dan janjian ketemuan di Gondangdia. Saat mereka ketemu, Hafitd sudah berada di lokasi dan menunggu di mobilnya," ucapnya.

Usai membawa Sara ke dalam mobil, kedua sejoli itu pun melakukan tindakan sadis. Sara dibunuh oleh Sifa dan Hafitd dengan disetrum dan mulutnya disumpal kertas


Ade Sara dari disiksa, disetrum hingga digigit

Sindonews.com - Mahasiswi cantik Universitas Budi Mulia, Ade Sara Angelina Suroto (19), tewas dibunuh oleh sepasang kekasih Hafiz dan Asifah dengan cara disiksa.

Berdasarkan pemeriksaan sementara kepolisian terhadap kedua pelaku, diperoleh keterangan penyiksaan yang mereka lakukan terhadap Ade Sara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, penyiksaan tersebut dilakukan kedua pelaku di dalam mobil KIA Visto di dalam perjalanan Jakarta Selatan hingga Jakarta Timur.

Selain dipukul, Ade Sara mendapatkan penyiksaan berupa pukulan hingga setruman. Tak hanya itu korban juga sempat mendapatkan gigitan dari pelaku



Ade Sara akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa
Sindonews.com - Mahasiswi cantik Universitas Budi Mulia (UBM), Ade Sara Angelina Suroto (19), yang tewas akibat dibunuh oleh sepasang kekasih Hafiz dan Asifah akan dimakamkan hari ini.

Mahasiswi semester dua ini akan dimakamkan sekira pukuk 13.00 WIB nanti, Jumat (7/3/2014). Jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Berdasarkan informasi yang didapat Sindonews, di lapangan, jenazah Ade Sara akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Unit Kristen Blok 77.

Ayah Ade Sara, Suroto membenarkan hal tersebut. Kata dia, dari rumah duka keluarga berangikan ke TPU Sekira pukul 11.00 WIB



Kuasa hukum Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun dan Assifa Ramadhani, 18 tahun, yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Ade Sara, Bustami mengaku bingung dengan perilaku kliennya.

Alasannya, dua remaja itu sempat tertawa saat dimintai keterangan penyidik. "Saya juga bingung, kok bisa masih tertawa saat diperiksa," kata Bustami, Sabtu, 8 Maret 2014. Menurut dia, saat melakukan aksi penganiaayaan itu, keduanya dalam keadaan sadar. Karena itu, dia meminta penyidik mendatangkan psikolog.

Menanggapi permintaan itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi Kota, Komisaris Nuredy Irwansyah mengatakan penyidik membuka peluang untuk mendatangkan psikolog. "Namun kebutuhan itu masih menunggu hasil perkembangan penyidikan kedua tersangka," ujarnya. "Apabila dibutuhkan akan dilakukan pemeriksaan psikologi."

Psikolog Dadang Hawari menduga ada dua penyebab pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto, mahasiswi Universitas Bunda Mulia oleh mantan pacarnya, Hafitd dan pacar pelaku, Assifa Ramadhani. "Bisa karena faktor emosi atau dalam pengaruh narkoba," ujarnya.

Faktor emosi disimpulkan karena pembunuhan ini dianggapnya tidak rasional. Umumnya orang yang putus cinta tidak sampai membunuh orang yang dicintainya. "Kalau dibunuh kan berarti dia kehilangan samasekali. (Pembunuhan) ini bisa karena emosi," katanya.

Kemungkinan kedua, pelaku dalam pengaruh narkoba. Dadang menyebut penting menelusuri riwayat pelaku memakai narkoba karena menimbulkan efek paranoid, curiga berlebihan, permusuhan, dan emosi meluap-luap. "Meski mungkin tes urin negatif, siapa tahu di masa lalu mengkonsumsi narkoba. Apalagi anak muda."

Segera setelah ditangkap, Hafitd dan Syifa langsung dibawa ke kepolisian Bekasi kota. Selama diperiksa, sepasang kekasih ini tampak santai dan tak ada raut wajah tegang. Bahkan menurut kepolisian, mereka berdua sempat tertawa-tawa saat diperiksa meskipun secara lisan mereka mengaku menyesal. Dengan segera publik langsung memberikan kecaman kepada Hafitd dan Syifa.

Jika publik mengecam, ibu Sara yakni Elisabeth justru memilih memaafkan sepasang kekasih itu. Meskipun shock mengapa Hafitd bisa berbuat seperti itu kepada anaknya, Elisabeth memilih memaafkan dengan hati yang terluka dan memilih menyerahkan semuanya kepada kepolisian. Bahkan Elisabeth juga berharap jika Sara akan mengampuni Hafitd dan Syifa di surga. (kpl/aia)


Penutup

Menurut saya dalam kasus ini, dua sejoli yang bodoh tidak memiliki pemikiran panjang, mereka tidak meiliki preri kemanusiaan, bisa-bisanya mereka tega melakukan tindakan biadab . mereka hanya dibutakan oleh cinta monyet belaka, sayang sekali semuda itu mereka (hafid dan assyfa) harus menikmati hukuman yang berat apalagi jika tertuduh pembunuhan berencana, bisa mendapat hukuman mati.