Friday, June 3, 2016

Surat Syaikh Muhammad bin abdul wahhab kepada penduduk Qoshim setelah ditanyakan aqidahnya.

Bismillahirrahmanirrahim


     Dengan bersaksikan Allah dan para Malaikat yang datang di sisiku serta anda sekalian, aku nyatakan, bahwa aku berakidahkan apa yang menjadi akidah satu golongan yang selamat yaitu Ahlus Sunnah wal Jama'ah, beriman kepada Allah, para Malaikan-Nya, kitab·kitab-Nya, para Rasul-Nya dan hari bangkit  setelah  mati serta qadar baik dan yang buruk. Di antara iman kepada Allah ialah iman kepada apa yang diterangkan sendiri di dalam kitab-Nya via lisan Rasul-Nya Sahalallahu alayhiwasalam yang tak pernah ternodai suatu penyimpangan dan perubahan, bahkan aku beri'tikad bahwa tiada sesuatu apapun yang menyerupai Allah subhanahu wa ta'ala. Dia adalah Maha mendengar dan Maha melihat, oleh karena itu aku tidak akan mengurangi apa yang telah diterangkan sendiri oleh A1lah dan tidak akan merubah kalimat dari tempat·tempatnya. Aku tidak mengingkari nama-namaNya dan ayat-ayat·Nya, dan tidak membagaimana , tidak mengidentikkan sifat·sifat·Nya ta'ala dengan sifat-sifat makhluk-Nya karena Dia ta'ala (Maha Tinggi tiada yang lebih tinggi daripada Dia dan tidak ada sekutu bagi-Nya, tiada serikat bagiNya dan tidak bisa dianalogi dengan makhluk-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Suci.Dia lebih mengetahui tentang diri-Nya sendiri dan yang lain, Maha benar dalam berkata dan Maha indah dalam berfirman. Diri-Nya Suci dari apa yang dikatakan orang-orang yang inkar, yaitu orang-Orang yang suka mengapakan dan membagaimanakan serta menyerupakan Dia. Dia suci dari apa yang didiskreditkan para ahli tahrif dan ta'thil (orang-orang yang suka merubah dan mengingkari sifat sifat Allah)
' 'Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa  yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para  rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekaliam alam".
(Ash Shafat: 180 - 182)

     Dalam topik pembahasan masalah perbuatan Allah ta'ala, Golongan Selamat (Ahli Sunnah wal Jama'ah) ini mengambil jalan tengah antara aliran Qadariyah dan Jabariyah. dan mereka dalam ancaman Allah menurut Murji'ah dan Wa'idiyah. Dalam topik iman dan agama, mereka di jalan tengah antara aliran Hururiyah (Liberal) dan Mu'tazilah, demikian pula antara aliran Murji'ah dan Jahmiyah. Dan dalam topik masalah para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mereka di jalan tengah antara Rawafidh dan Khawarij.

     Aku sendiri berpendapat, bahwa Al Qur'an adalah Kalamullah yang diturunkan, ia bukan makhluk, datang dari Allah dan kembali kepada-Nya. Allah benar-benar berbicara dengan Al Qur'an tersebut, Dia telah menurunkannya kepada hamba dan rasul kepercayaan-Nya dengan wahyu-Nya, atau melalui duta-Nya antara Dia dan hamba-Nya, nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Aku pun percaya bahwa Allah Maha berbuat atas segala yang dikehendaki, dan tak akan terjadi segala apa pun kecuali dengan iradah-nya, segalanya tidak ada yang keluar dari kehendakNya dan apa pun yang berada di kurungan alam semesta ini tidak lepas dari takdir-Nya dan tidak akan muncul tanpa pengawasan-Nya. Tak seorang pun terlewatkan dari blanko qadar yang telah ditetapkan dan tak ada vang melanggar apa yang telah digariskan baginya di Lauh Masthur (papan daftar). Aku beriman bahwa segala apa yang dikabarkan nabi shallallahu ålaihi wa sallam tentang peristiwa sesudah mati adalah benar. Aku beriman sepenuhnya akan 'adanya siksa dan ni'mat ku-bur, begitu pula dengan kembalinya roh ke dalam jasmani, di mana manusia berjalan menuju Tuhan semesta alam dengan kaki telanjang dan badan bugil, kering-kerontang padahal matahari jauh dari mereka. Lalu dipancangkan timbangan, maka ditimbanglah semua pekerjaan manusia, yang berat kebaikannya merekalah yang berbahagia dan yang ringan merekalah yang paling merugi dan kekal di dalam jahanam. Kemudian buku-bdku catatan dibeberkan, ada yang menerima kitabnya dengan tangan kanannya dan ada yang menerima dengan tangan kirinya. Aku juga percaya akan taman nabi kita Muhammad shallallahu ålaihi wa sallam di pelataran hari kiamat, airnya putih melebihi susu dan manis melebihi madu, mangkok-mangkoknya sebilangan bintang-bintang di langit, barang siapa meminumnya sekali saja selamanya tidak akan merasakan haus. Dan aku mempercayai bahwa titian melintang di bibir jahanam. semua manusia berlalu di atasnya menurut kadar perbuatan mereka. Dan aku percaya dengan syafa'at nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliaulah yang pertarna menerima syafa'at dan yang pertama pula membagi-bagikannya. Tidak akan mengingkari syafa'at nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali ahli bid'ah dan sesat, tapi syafa'at itu pun tidak akan terjadi tanpa seizin dan kerelaan Allah, dan Allah telah nyata tegas berfirman:

     "Dan mereka (para malaikat) nada memberi syafa'at melain- kan kepada orang yang diridloi Allah". (Al Anbila' : 28)
"Siapakah yang dapat memberi syafa'at di Sisi Allah tanpa izin-Nya?". (Al Baqarah: 225)

"Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa'at mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridloi (Nya)". (An Najm : 26)

Allah tidak rela kecuali tauhid, dan tidak akan memberi izin kecuali bagi yang bertauhid. Dan orang-orang musyrik, tak berhak mereka menerima bagian syafa'at:

"Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberi syafa at". (Al Muddatstsir : 48).

     Dan aku percaya bahwa surga dan neraka keduanya adalah makhluk, dan sekarang kedua-duanya ada dan tak akan rusak. Pada hari kiamat kelak orang orang Mu'min akan melihat Allah dengan mata mereka sebagaimana mereka melihat bulan purnama tanpa mengurangi hak-hak mereka melihat. Dan aku pun percaya bahwa nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah penutup para nabi dan para rasul, dan tidak sah iman seseorang sehingga ia mempercayai risalahnya serta ber saksi akan kenabiannya. Demikian pula dengan Abu Bakar sebagai paling utamanya ummat beliau, kemudian Umar Al-Faruq, lalu Utsman Drun Nurain. kemudian lagi Ali Al Murtadhi. Dan setelah itu Baqiyyah Al-'Usroh. lalu para pejuang Badar, kilu ahli syaiarah (yang berbai'at di bawah pohon, atau disebut juga Bai'atur Ridwan). dan kemudian lagi semua sahabat radiallahu anhum. Dan aku telah datang sesudah para sahabat Rasululah shallallahualaihi wa sallam. lalu aku menyebutkan kebaikan.kebaikan merereka. memohonkan ridho Allah bagi mereka, memohonkan mereka ampunan, memberantas kejelekan-kejelekan mereka dan diam dalam hal yang menjadi pertentangan antara mereka serta mempercayai keutumaan mereka sebagai realisasi firman Allah ta 'ala:

     "dan orang orang yang datang sesudah mereka (Muhaijrin dan Anshar), mereka berdo.a: Ya Tuhan kami beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman dari kami dan fanganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang berimah: Ya Tuhan kami, sesung- guhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". (Al Hasyr : 10)

     Aku memohonkan Ridho bagi Ummahatil Mu'minin (istri -istri Nabi) yang pada suci dari segala noda keburukan, ikrar akan akan keramatan para wali dan segala muka.syafat yang mereka miliki, kecuali mereka tidak berhak apa pun atas hak Allah ta'ala dan tidak bisa diminta kepada mereka sesuatu apa pun kecuali Allah yang Maha berkuasa atasnya. Dan aku tidak memberi kesaksian bagi seseorang di antara kaum Muslimin untuk masuk surga atau neraka, kecuali bagi siapa yang telah disaksikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam. Aku hanya mengharapkannya buat orang yang berbuat baik dan khawatir akan orang-orang yang berbuat jahat, dan aku tidak akan mengkafirkan seorang Muslim karena berdosa, juga tidak akan mengecapnya keluar dari Islam. 
     Dan aku berpendapat bahwa jihad yang telah lalu dengan masing-masing imannya yang baik atau yang jahat itu boleh demikian pula bersholat jama'ah di belakang mereka. Jihad sejak lama memang sudah ada, semenjak Allah mengutus Muhammad shallallahu alai wasAllam hingga meledaknya peristiwa pembantaiaan dajjal kelak oleh seorang yang paling akhir dari umat ini, dan jihad tidak akan lenyap karena kezhaliman seorang tirani atau keadilan scorang bijak. Aku pun berpendapat bahwa patuh kepada pemimpin Muslim itu wajib, baik dia itu saleh atau jahat sekalipun, sepanjang tidak memerintahkan durhaka kepada Allah. Barangsiapa mampu mengemban suatu jabatan khilafah kernudian orang-orang pada rela serta mengikutinya dan dia dapat mengalahkan mereka dengan pedangnya schingga menjadi khalifah, maka wajiblah ia diikuti, ' 'haram" keluar dari barisannya, dan aku anggap mereka ahli bid'ah yang membangkang, mereka adalah golongan Zhahirtyah dan aku akan memperberat rahasia-rahasia mereka kepada Allah, aku yakin bahwa setiap yang baru dalam masalah agama adalah bid'ah. Aku beri'tikad bahwa iman ialah ikrar dengan lisan dan berbuat dengan raga serta i'tikad dengan hati, pasang dengan kepatuhan dan surut dengan maksiat. Ada tujuh puluh tingkatan iman, tingkatan tertinggi adalah "bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah" dan tingkatan terendah adalah menyingkirkan bahaya di jalan. Amar ma'ruf dan nahi munkar adalah wajib sesuai dengan apa yang telah diwajibkan syari'ah Muhammad yang suci. Inilah kesimpulan akidahku,      
     aku telah bekerja sepenuh hati agar anda sekalian mengetahui apa yang ada padaku dan kepada Allah-lah aku bersandar atas segala apa yang aku katakan. Saya sudah mendengar, dan sudah tentu cukup jelas bagi anda setelah surat Sulaiman bin Sahim sampai kepada anda sekalian. bahwa sebagian sarjana alim di daerah kalian telah menerima dan membenarkan surat tersebut. Allah ta'ala Maha mengetahui bahwa laki-laki itu telah mengada-adakan sesuatu yang tidak pernah saya mengatakannya, dan banyak di antara hal.hal tersebut yang tidak diterima hati saya, seperti dikatakan: Bahwa saya menyalahkan kitab Al-Madzahib Al-Arba’ah. bahwa saya mengajak ijtihad, meninggalkan taqlid, berkata bahwa ikhtilaful Ulama adalah bencana, mengkatirkan siapa yang bertawassul dengan para Shalihin, dan mengkafirkan Al Bushiri karena kata-katanya "Ya akramal Khalqi (wahai paling mulianya makhluk)". Dikatakan pula, bahwa saya akan menghajar kubah kuburan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika mampu, dan akan mengganti pancuran emas Ka'bah dengan pancuran dari kayu bila dapat menguasainya, mengharamkan ziarah ke kubur Rasulullah shallallahu 'alaihi wa demikian pula ke kubur kedua orang tua dan ke kubur orang lain. Dan bahwa saya telah mengkafirkan orang yang bersumpah dengan yang selain Allah, demikian pula Ibnu Al-Faridh dan Ibnu 'Arabi, membakar kitab-kitab Dala'ilul Khairat (Tanda- tanda Kebaikan) dan Rawdur Rayahin (Taman Bunga-bunga), bahkan menamakannya Rawdusy Syayathin (Taman Syetan-syetan). Jawab saya tidak lain: ' 'Subhanaka" (Maha Suci Engkau ya Allah)" , semua itu dusta besar, yang menerimanya hanyalah orang yang mendustakan Muhammad shallallahu Wahi wa sallam dan menuduh beliau memaki Isa bin Maryam dan para Shalihin.
Tidak ada bedanya hati mereka dengan hati para pendusta!

"Sesungguhnya yang mengada adakan kebohongan. hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah". (An Nahl : 105).

Mereka mengada-adakan kebohongan dengan menuduh Nabi shallallahu ålaihi wa sallam mengatakan Malaikat, 'Isa dan Uzair adalah penghuni neraka,
padahal Allah telah berfirman:

"Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami. mereka itu dijauhkan dari neraka". (Al Anbiya: 101).

Ada lagi masalah lain, bahwa Islam seseorang tidak sempurna hingga mengetahui arti "La ilaha illallah" (Tiada tuhan selain Allah) dan saya mengajarkan maknanya kepada orang yang datang kepadaku. Juga dikatakan bahwa saya mengkafirkan orang yang bemadzar dengan niat taqarrub (mendekatkan diri) kepada yang selain Allah, demikian pula mengambilnya, juga korban untuk selain Allah dan binatang korbannya itu haram. Dalam masalah ini benarlah, dan saya memang benar-benar mengatakannya, saya mempunyai banyak dalil dalam hal ini, baik dari firman Allah atau dari Rasul-Nya, demikian pula dari qaul para Ulama' Muttabi'in seperti Imam yang empat. Bersama dengan anugerah Allah saya akan menjawab semua masalah di atas dalam sebuah risalah yang bebas, Insya'Allah ta’ala.
Akhirnya, ketahuilah oleh anda sekalian dan camkanlah firman Allah subhanahu wa ta'ala:

"Hai orang-orang yang beriman, lika datang kem&mu orang fasiq membawa suatu berita maka priksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
mengetahui keadaanya " (Al Hujurat : 6)


sumber : Surat-surat bersih diri syaikh muhammad bin abdil wahhab.

No comments:

Post a Comment